Saya seorang yang rajin membaca, tetapi saya merindukan feminisme di perguruan tinggi. Saya memang mengambil kursus intro di mana saya membaca Mary Wollstonecraft, tapi saya tidak membaca banyak penulis penting. Kemudian saya memiliki dua anak perempuan remaja dan sedang membaca buku tentang pembangunan dan berbagai isu.

Saya seorang yang rajin membaca, tetapi saya merindukan feminisme di perguruan tinggi. Saya memang mengambil kursus intro di mana saya membaca Mary Wollstonecraft, tapi saya tidak membaca banyak penulis penting. Kemudian saya memiliki dua anak perempuan remaja dan sedang membaca buku tentang pembangunan dan berbagai isu.


(I'm a pretty avid reader, but I missed feminism in college. I did take an intro course where I read Mary Wollstonecraft, but I didn't read a lot of the seminal writers. Then I had two teenage daughters and was reading books on development and different issues.)

📖 Norbert Leo Butz

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Aktor

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti bagaimana pengalaman pribadi dan tahapan kehidupan memengaruhi paparan kita terhadap topik sosial dan filosofis yang penting. Perjalanan pembicara mencerminkan jalur umum di mana pendidikan formal tidak selalu mencakup semua isu penting, namun kehidupan pribadi dan tanggung jawab—seperti membesarkan anak perempuan—dapat membuka jalan pemahaman baru. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pembelajaran seumur hidup dan tetap terlibat dengan isu-isu sosial di luar kelas. Membaca tentang perkembangan dan isu-isu sosial sebagai orang tua mengungkapkan bagaimana pertumbuhan pribadi sering kali bersinggungan dengan kesadaran masyarakat yang lebih luas.

Page views
0
Pembaruan
Januari 08, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.