Saya rendah hati karena menurut saya bertahun-tahun yang lalu orang-orang berkata, 'Alibaba adalah perusahaan yang buruk.' Dan saya tahu kami tidak seburuk itu. Kami cukup bagus; kami lebih baik dari perkiraan orang. Tapi hari ini, ketika orang-orang mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadapmu, aku mulai khawatir dan gugup karena keadaan kita belum baik.

Saya rendah hati karena menurut saya bertahun-tahun yang lalu orang-orang berkata, 'Alibaba adalah perusahaan yang buruk.' Dan saya tahu kami tidak seburuk itu. Kami cukup bagus; kami lebih baik dari perkiraan orang. Tapi hari ini, ketika orang-orang mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadapmu, aku mulai khawatir dan gugup karena keadaan kita belum baik.


(I'm humble because I think many years ago people said, 'Well, Alibaba's a terrible company.' And I know we were not that terrible. We're pretty good; we're better than people thought. But today, when people have high expectations of you, I start to worry and become nervous because we are not good yet.)

📖 Jack Ma

🌍 Cina

(0 Ulasan)

Perkataan Jack Ma selaras dengan pengalaman universal mengenai pertumbuhan dan tekanan reputasi. Kerendahan hati sering kali berasal dari kesadaran diri dan pemahaman tentang perjalanan seseorang. Awalnya, Alibaba menghadapi kritik dan mungkin diremehkan oleh pasar atau opini publik. Mengenali kekurangan di masa lalu memungkinkan seorang pemimpin untuk tetap membumi meskipun ada keberhasilan saat ini. Refleksi ini menyoroti dinamika penting dalam bisnis dan kehidupan: seiring dengan berkembangnya organisasi, ekspektasi dari pihak lain juga meningkat secara proporsional. Hal ini menciptakan tekanan yang besar, mendorong kerendahan hati namun juga menimbulkan kekhawatiran mengenai apakah entitas dapat memenuhi harapan tersebut.

Paradoks di sini menarik—semakin sukses yang dicapai sebuah organisasi, organisasi tersebut akan terlihat semakin berhati-hati dan sederhana. Kerendahan hati ini bukanlah tanda kelemahan namun tanda kedewasaan dan kesadaran. Hal ini memastikan perbaikan berkelanjutan dan mempertahankan fokus pada kemajuan nyata dibandingkan berpuas diri. Pengakuan Jack Ma yang jujur ​​mengenai kegugupannya menggarisbawahi pentingnya tetap waspada dan berkomitmen terhadap pertumbuhan, mengakui bahwa kesuksesan adalah proses yang berkelanjutan dan bukan tujuan akhir.

Lebih jauh lagi, perspektifnya mencerminkan sikap yang penting bagi pembangunan berkelanjutan: percaya pada diri sendiri namun tetap terbuka terhadap kritik dan mengenali area yang perlu diperbaiki. Pola pikir seperti ini membantu mencegah arogansi dan menumbuhkan ketahanan di tengah tantangan. Hal ini juga menjadi pelajaran bahwa bahkan para pemimpin terkenal pun memerlukan kerendahan hati dan visi yang mantap, terutama ketika ekspektasi meningkat.

Pada akhirnya, refleksi Ma bersifat rendah hati dan inspiratif, mengingatkan individu dan organisasi bahwa kesuksesan adalah perjalanan berkelanjutan yang dipenuhi dengan kesadaran diri, ketekunan, dan kerendahan hati untuk menerima tantangan yang berkelanjutan.

Page views
106
Pembaruan
Juli 26, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.