Jika kita lupa bahwa kita adalah Satu Bangsa di Bawah Tuhan, maka kita akan menjadi bangsa yang tenggelam.

Jika kita lupa bahwa kita adalah Satu Bangsa di Bawah Tuhan, maka kita akan menjadi bangsa yang tenggelam.


(If we ever forget that we are One Nation Under God, then we will be a nation gone under.)

📖 Ronald Reagan

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Presiden

🎂 February 6, 1911  –  ⚰️ June 5, 2004
(0 Ulasan)

---Ronald Reagan---

Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya iman dan nilai-nilai bersama dalam kohesi dan kekuatan suatu bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa mengakui ketergantungan kolektif kita pada kekuatan yang lebih tinggi merupakan bagian integral dari stabilitas dan identitas nasional. Ungkapan “Satu Bangsa di Bawah Tuhan” merangkum gagasan bahwa iman memainkan peran penting dalam menyatukan berbagai bangsa di bawah prinsip dan moral yang sama. Ketika suatu negara melupakan atau mengabaikan akar spiritualnya, maka negara tersebut berisiko kehilangan pedoman moral yang memandu lembaga-lembaganya, mencegah kerusakan masyarakat, dan memupuk persatuan.

Secara historis, negara-negara yang menjunjung tinggi landasan spiritual dan moral cenderung menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tantangan. Sebaliknya, terkikisnya keyakinan-keyakinan inti ini dapat menyebabkan fragmentasi, kemerosotan moral, dan hilangnya tujuan. Pernyataan Reagan berfungsi sebagai pengingat dan peringatan – menekankan bahwa pengakuan spiritual bukan hanya pilihan pribadi tetapi juga tanggung jawab kolektif yang penting bagi kesejahteraan bangsa.

Dalam dunia yang kompleks saat ini, di mana perpecahan, sekularisme, dan kemerosotan nilai-nilai bersama sering kali mengancam kohesi sosial, kutipan ini menyerukan penegasan kembali peran agama dalam kehidupan publik. Laporan ini mendesak warga negara dan pemimpin untuk mengingat pentingnya mengakui dan menghormati warisan spiritual sebagai hal mendasar untuk menegakkan integritas bangsa. Perspektif ini berakar pada keyakinan bahwa landasan moral dan spiritual menginspirasi patriotisme, integritas, dan semangat komunitas, yang pada akhirnya menjamin ketahanan bangsa “di bawah Tuhan.”

Dengan berpegang pada keyakinan ini, masyarakat dapat menumbuhkan lingkungan yang saling menghormati, berharap, dan tangguh—elemen-elemen yang sangat penting untuk menjaga masyarakat dari kemerosotan moral dan kemerosotan moral. Intinya, refleksi Reagan menunjuk pada gagasan bahwa kekuatan sejati suatu bangsa terletak pada kesatuan moral dan spiritual, yang berfungsi sebagai jangkar penting di tengah gejolak sejarah dan perubahan.

Page views
54
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.