Di dinaikkan untuk percaya bahwa apa yang muncul pada gulungan berikutnya akan selalu lebih baik daripada apa yang keluar pada yang terakhir. Saya tidak lagi percaya itu, tetapi saya memberi tahu Anda bagaimana itu.
(In was raised to believe that what came in on the next roll would always be better than what went out on the last. I no longer believe that, but I am telling you how it was.)
Dalam "Mainkan As It Lips," Joan Didion merefleksikan pola pikir yang dibesarkannya, yang menekankan optimisme dan harapan bahwa masa depan akan selalu membawa sesuatu yang lebih baik daripada masa kini atau masa lalu. Keyakinan pada perbaikan terus -menerus ini membentuk pandangan hidup dan keputusannya. Namun, dia mengungkapkan bahwa perspektif ini telah berubah dari waktu ke waktu, menunjukkan kekecewaan dengan gagasan bahwa segalanya akan selalu menjadi lebih baik. Narasi Didion mengeksplorasi kompleksitas kehidupan, kontras harapan dengan kenyataan keras yang telah dia hadapi.
Kutipan ini menangkap esensi dari keyakinan yang dulu dihargai bahwa kesempatan berikutnya akan melampaui yang terakhir, gagasan yang bisa dihubungkan dengan banyak orang. Namun, pengakuan Didion tentang keyakinannya yang berubah menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang ketidakpastian hidup. Ini menyoroti ketegangan antara aspirasi dan sifat realitas yang sering mengecewakan. Melalui tulisannya, ia mengundang pembaca untuk merenungkan evolusi keyakinan mereka dan bobot emosional yang menyertai kesadaran semacam itu, menekankan nuansa dan tantangan pertumbuhan pribadi.