Lucu sekali, karena ketika saya besar di kota kecil di New Hampshire, saya terobsesi dengan Leonardo DiCaprio - dari era 'Growing Pains'/'What's Eating Gilbert Grape', karena dia super hot - dan saya membawa foto dia yang dilaminasi di dompet saya dan mengatakan dia adalah pacar saya. Tapi tidak ada yang percaya padaku.

Lucu sekali, karena ketika saya besar di kota kecil di New Hampshire, saya terobsesi dengan Leonardo DiCaprio - dari era 'Growing Pains'/'What's Eating Gilbert Grape', karena dia super hot - dan saya membawa foto dia yang dilaminasi di dompet saya dan mengatakan dia adalah pacar saya. Tapi tidak ada yang percaya padaku.


(It's so funny, because when I was growing up in a small town in New Hampshire, I was obsessed with Leonardo DiCaprio - from the 'Growing Pains'/'What's Eating Gilbert Grape' era, because he was superhot - and I carried a laminated photo of him in my wallet and said he was my boyfriend. But no one believed me.)

📖 Eliza Coupe

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

---Eliza Coupe--- Kutipan ini secara luar biasa menggambarkan kepolosan dan kekaguman yang sering dirasakan selama masa kanak-kanak, terutama jika menyangkut selebriti yang disayangi. Nostalgia pembicara akan masa yang lebih sederhana di kota kecil New Hampshire membangkitkan rasa universalitas; kita semua pernah mengalami saat-saat di mana kekaguman terhadap seseorang yang terkenal terasa begitu nyata hingga mendekati hubungan pribadi, meskipun orang lain memandangnya secara berbeda. Membawa foto Leonardo DiCaprio saat remaja menyoroti intensitas kegilaan anak muda—sebuah bukti bagaimana budaya pop dan pengaruh media membentuk identitas dan aspirasi kita sejak usia muda. Hal ini juga menunjukkan kerentanan yang melekat pada masa muda, di mana imajinasi dan kepercayaan terhadap hubungan yang diidealkan bisa sama tulusnya dengan hubungan nyata bagi kita. Humor dalam kutipan tersebut mengingatkan kita untuk menghargai impian masa kecil kita, tidak peduli betapa lucunya impian itu bagi orang lain sekarang. Kenangan seperti itu mengungkap kepolosan di tahun-tahun awal, saat fantasi berfungsi sebagai pelarian yang aman dan cara untuk mengeksplorasi perasaan yang tampak lebih besar dari kehidupan. Dengan merenungkan hal ini, kami menyadari bahwa ilusi masa kanak-kanak ini, meskipun diabaikan oleh orang lain, merupakan bagian penting dari pertumbuhan pribadi dan pemahaman kita terhadap dunia di sekitar kita. Terlepas dari penilaian masyarakat, yang penting adalah ketulusan momen-momen tersebut dan dampak jangka panjangnya terhadap identitas kita. Kutipan tersebut dengan indah merangkum bagaimana kekaguman dan rasa tergila-gila, meskipun nantinya tampak sepele, dapat secara signifikan membentuk siapa diri kita—menyoroti pentingnya hal-hal tersebut dalam permadani kisah hidup kita.

Page views
54
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.