Anda perlu waktu 15 menit untuk membuat lagu, lalu keluar dari sana.
(It should take you 15 minutes to make a song, and then get out of there.)
Kutipan ini menekankan pentingnya efisiensi dan spontanitas dalam proses kreatif. Seringkali, seniman dan pencipta menjadi terlalu perfeksionis, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyempurnakan karya mereka, sehingga dapat menghambat kemajuan dan mengurangi keaslian ekspresi mereka. Wawasan Quavo menunjukkan bahwa terkadang, ide-ide terbaik datang dengan cepat dan alami, dan kemampuan untuk mengenali kapan sebuah karya terasa selesai adalah keterampilan yang berharga. Dengan menetapkan batas waktu, pembuat konten memupuk pola pikir untuk fokus pada esensi inti karya mereka tanpa terhambat oleh detail yang tidak perlu. Pendekatan ini mendorong spontanitas, energi, dan rasa mengalir yang sering kali hilang karena pengeditan yang berlebihan. Selain itu, hal ini menumbuhkan rasa percaya diri pada naluri dan keputusan awal seseorang, memperkuat bahwa tidak setiap karya perlu dipikirkan secara berlebihan. Dalam konteks yang lebih luas, prinsip ini dapat diterapkan lebih dari sekadar musik atau seni—baik dalam penyelesaian masalah, kewirausahaan, atau aktivitas sehari-hari—prinsip ini mengingatkan kita bahwa terkadang, bertindak cepat dan tegas dapat memberikan hasil yang paling tulus dan efektif. Gagasan 'keluar dari sana' juga menyiratkan rasa hormat terhadap proses kreatif, mengakui bahwa begitu intinya sudah ditangkap, tidak apa-apa untuk melanjutkan. Pola pikir ini dapat mencegah kelelahan dan mendorong pendekatan kerja dan kreativitas yang lebih sehat dan dinamis, menekankan kualitas daripada kuantitas, dan intuisi daripada kesempurnaan yang menyeluruh.