Keadilan hanya dapat ditemukan dalam imajinasi.

Keadilan hanya dapat ditemukan dalam imajinasi.


(Justice is to be found only in imagination.)

📖 Alfred Nobel

🌍 Swedia  |  👨‍💼 Ilmuwan

🎂 October 21, 1833  –  ⚰️ December 10, 1896
(0 Ulasan)

Pernyataan, “Keadilan hanya dapat ditemukan dalam imajinasi,” memberikan perspektif yang mendalam dan agak menantang terhadap konsep keadilan. Hal ini menunjukkan bahwa keadilan sejati, yang merupakan bentuk tertinggi atau sempurna dari keadilan, tidak terletak pada dunia praktis atau ketidaksempurnaan masyarakat manusia, melainkan pada wilayah imajinasi. Hal ini tidak serta merta berarti bahwa keadilan itu tidak nyata atau tidak dapat dicapai, melainkan bahwa keadilan itu ada sebagai sebuah cita-cita, sebuah visi konseptual yang kita perjuangkan namun jarang ditemui dalam bentuknya yang utuh dan murni.

Pada kenyataannya, keadilan sering kali dibatasi oleh struktur masyarakat, hukum, bias manusia, dan keterbatasan institusi. Kerangka kerja praktis ini, meskipun diperlukan untuk tata kelola pemerintahan dan ketertiban sosial, jarang sekali berjalan tanpa cacat dalam pelaksanaannya. Gagasan bahwa keadilan hanya ditemukan dalam imajinasi mendorong kita untuk merefleksikan keadilan sebagai cita-cita yang diusahakan dan bukan realitas yang tetap. Hal ini mengundang introspeksi mengenai kesenjangan antara apa yang seharusnya menjadi keadilan dan apa yang sebenarnya terjadi dalam praktik.

Perspektif ini dapat menginspirasi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan sistem kita dan mendorong keadilan dan kesetaraan. Dengan membayangkan masyarakat yang adil dalam imajinasi kita—tidak terikat oleh ketidakadilan, prasangka, atau keterbatasan yang ada—kita menciptakan cetak biru mental yang mendorong inovasi dan reformasi. Kutipan tersebut mengingatkan kita untuk menjaga keadilan tetap hidup dan berkembang dalam pemikiran dan aspirasi kita, dengan menggunakan imajinasi sebagai katalisator perubahan sosial. Hal ini menekankan bahwa upaya mencapai keadilan bukan hanya tentang tindakan nyata namun juga tentang nilai-nilai dan cita-cita yang kita tanamkan dalam diri kita dan masyarakat.

Oleh karena itu, melihat keadilan hanya berada dalam imajinasi mendorong individu dan komunitas untuk terus bermimpi dan bekerja demi sebuah dunia di mana keadilan dapat diwujudkan sepenuhnya, bahkan jika negara yang sempurna tetap bersifat aspirasional.

Page views
58
Pembaruan
Mei 23, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.