Harapan terbesar saya adalah bahwa kita akan melihat suatu hari ketika Israel akan berdiri tegak sebagai simbol kepemilikan di seluruh dunia Yahudi, dan ketika warga dunia akan memandang Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang dinamis, modern, dan inklusif.
(My greatest hope is that we will see a day when Israel will stand tall as a symbol of belonging across the Jewish world, and when global citizens will look to Jerusalem as the vibrant, modern, inclusive capital of Israel.)
Kutipan dari Lynn Schusterman ini merangkum visi yang kuat untuk masa depan Israel, menekankan persatuan, identitas, dan kemajuan. Aspirasi agar Israel menjadi mercusuar rasa memiliki mencerminkan keinginan untuk inklusivitas dan kebanggaan kolektif dalam komunitas Yahudi di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan masa depan di mana Israel tidak hanya menjadi tanah air tetapi juga simbol hubungan budaya dan spiritual di antara orang-orang Yahudi secara global. Penekanan pada Yerusalem sebagai ibu kota yang dinamis, modern, dan inklusif menyoroti pentingnya memprioritaskan kemajuan, inovasi, dan keragaman di ibu kota negara tersebut, menumbuhkan lingkungan yang menyambut semua orang dan melambangkan kebanggaan nasional dan relevansi global. Visi seperti ini sangat bergema di dunia yang ditandai dengan dinamika geopolitik yang kompleks dan ekspresi budaya yang beragam. Hal ini menyerukan upaya berkelanjutan menuju persatuan, modernisasi, dan membangun jembatan antar komunitas dan negara yang berbeda. Harapan yang diungkapkan ini menjadi pengingat yang menginspirasi bahwa aspirasi untuk identitas nasional dan pengakuan global dapat hidup berdampingan dengan modernisasi dan inklusivitas, yang pada akhirnya memperkaya tatanan sosial Israel dan persepsinya di seluruh dunia. Impian seperti ini memotivasi dialog dan inisiatif berkelanjutan yang bertujuan untuk membina masyarakat yang kohesif dan berwawasan ke depan di mana sejarah, budaya, dan kemajuan saling terkait secara harmonis.