Membaca sejarah, jarang sekali orang dapat merasakan hakikat perkembangan ilmu pengetahuan yang sebenarnya, di mana unsur lelucon sama besarnya dengan unsur kemenangan.
(Reading history, one rarely gets the feeling of the true nature of scientific development, in which the element of farce is as great as the element of triumph.)
Kutipan ini menyoroti sisi lucu dan tak terduga dari kemajuan ilmu pengetahuan yang sering diabaikan. Hal ini mengingatkan kita bahwa terobosan ilmiah tidak selalu merupakan upaya yang lugas atau murni mulia; hal itu bisa melibatkan kesalahan, salah langkah, dan kesialan yang lucu. Menyadari realitas yang berbeda ini akan menumbuhkan pandangan yang lebih manusiawi terhadap para ilmuwan dan proses penemuan yang berulang. Merangkul elemen lelucon bersama kemenangan mendorong kerendahan hati dan ketahanan dalam upaya ilmiah, mengakui bahwa kemunduran dan kesalahan merupakan bagian integral dari kemajuan sejati. Hal ini juga menawarkan apresiasi yang lebih kaya dan otentik terhadap perjalanan ilmiah, melampaui narasi halus yang sering disajikan dalam sejarah.
---David Kotor---