Secara rohani, kita telah meminggirkan Alkitab. Kita telah meremehkan pernikahan, dan kita telah menetralisir gereja. Amerika saat ini berada dalam kekacauan besar. Rasanya jiwa bangsa telah diambil dari kita.

Secara rohani, kita telah meminggirkan Alkitab. Kita telah meremehkan pernikahan, dan kita telah menetralisir gereja. Amerika saat ini berada dalam kekacauan besar. Rasanya jiwa bangsa telah diambil dari kita.


(Spiritually, we have marginalized the Bible. We've trivialized marriage, and we've neutralized the church. America today is in great turmoil. It feels like the soul of our nation has been taken from us.)

(0 Ulasan)

Kutipan dari David Jeremiah ini dengan tajam merangkum keprihatinan mendalam mengenai arah spiritual dan budaya Amerika. Laporan ini menyoroti erosi yang dirasakan terhadap landasan spiritual dan moral—khususnya marginalisasi Alkitab, meremehkan pernikahan, dan netralisasi gereja. Elemen-elemen ini secara tradisional menjadi pilar yang menopang nilai-nilai kemasyarakatan dan identitas individu. Pengamatan Yeremia menunjukkan bahwa ketika pilar-pilar ini dilemahkan atau dikesampingkan, maka struktur budaya akan menderita, sehingga menimbulkan keresahan dan hilangnya tujuan kolektif. Pernyataan bahwa “jiwa bangsa kita telah diambil dari kita” membangkitkan metafora yang kuat mengenai kesusahan nasional, yang menyiratkan bahwa negara ini sedang bergulat dengan krisis identitas dan hilangnya prinsip-prinsip panduan. Hal ini dapat diartikan sebagai seruan untuk mengevaluasi kembali apa yang menjadi prioritas dan mengakui pentingnya kerangka spiritual dan etika dalam membentuk masyarakat yang sehat. Hal ini juga mengundang refleksi tentang bagaimana marginalisasi atau perubahan terhadap institusi dan nilai-nilai yang sudah lama ada berdampak pada komunitas yang lebih luas. Apakah seseorang setuju atau tidak setuju dengan hal spesifiknya, kutipan tersebut menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh jangkar spiritual dan budaya dalam menjaga kohesi dan tujuan sosial. Refleksi ini mendorong dialog tentang cara terbaik untuk menavigasi ketegangan antara tradisi dan kemajuan dengan cara yang menghormati kebutuhan manusia yang lebih dalam akan makna, koneksi, dan landasan etika.

Page views
47
Pembaruan
Juni 10, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.