Masalah besar masyarakat modern kita adalah kita merasa terpisah dari alam. Tapi justru sebaliknya. Kami saling terkait dan DNA kami sama. Dan hanya ketika manusia memahami hal itu, maka alam tidak akan menjadi penghalang.

Masalah besar masyarakat modern kita adalah kita merasa terpisah dari alam. Tapi justru sebaliknya. Kami saling terkait dan DNA kami sama. Dan hanya ketika manusia memahami hal itu, maka alam tidak akan menjadi penghalang.


(The big problem of our modern society is that we feel that we are separated from the nature. But it's just the opposite. We are interrelated and our DNA is the same. And only when human beings understand that, the nature will not be obstacle.)

📖 Marina Abramovic

 |  👨‍💼 Artis

(0 Ulasan)

Kutipan dari Marina Abramovic ini menyoroti keterputusan mendalam yang menjadi ciri sebagian besar keberadaan manusia kontemporer—perasaan terpisah dari alam. Hal ini menjadi inti dilema modern: kita memandang diri kita berbeda dari alam, sering kali memposisikan diri kita sebagai penakluk atau pengendali, bukan sebagai partisipan. Pola pikir ini telah menyebabkan degradasi lingkungan dan hilangnya rasa hormat terhadap keterhubungan kehidupan.

Abramovic menekankan bahwa persepsi perpisahan ini hanyalah ilusi. Susunan biologis kita, DNA kita, secara intrinsik mengikat kita dengan setiap makhluk hidup dan lingkungan secara keseluruhan. Hubungan timbal balik ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga sangat filosofis dan eksistensial. Menyadari keterkaitan ini mengundang perubahan perspektif—dari memandang alam sebagai musuh atau hambatan menjadi menganggapnya sebagai bagian integral dan pendukung kehidupan manusia.

Memahami kesatuan ini mempunyai implikasi praktis dan etis. Hal ini dapat menumbuhkan rasa hormat yang lebih besar terhadap ekosistem alami, mendorong praktik berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan holistik. Ketika manusia menginternalisasi pemahaman ini, mereka mungkin tidak lagi memandang kekuatan alam sebagai penghalang kemajuan, namun sebagai komponen penting dari keberadaan mereka sendiri, yang patut mendapat perhatian dan perhatian.

Lebih jauh lagi, kesadaran ini dapat memupuk empati, tidak hanya terhadap sesama manusia tetapi terhadap semua bentuk kehidupan—sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian. Hal ini menantang pemikiran dualistik yang memisahkan manusia dan alam serta membuka jalan menuju keselarasan, keberlanjutan, dan mungkin, pemenuhan spiritual.

Intinya, kutipan ini adalah panggilan untuk menyadarkan asal usul dan takdir kita bersama dengan alam, memohon kita untuk mendefinisikan kembali hubungan kita dengan alam sebelum ilusi keterpisahan menyebabkan pencabutan hak dan kehilangan lebih lanjut.

Page views
58
Pembaruan
Juni 06, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.