Ada 2 versi Citra Diri. Batin dan Luar. Berhubunganlah dengan citra diri batiniah dan buang segala konsep dunia luar. Rasakan energi yang berasal dari gambar ini dan mulailah menjadi nyata dari sumber energi ini. Sumber Tuhan.

Ada 2 versi Citra Diri. Batin dan Luar. Berhubunganlah dengan citra diri batiniah dan buang segala konsep dunia luar. Rasakan energi yang berasal dari gambar ini dan mulailah menjadi nyata dari sumber energi ini. Sumber Tuhan.


(There are 2 versions of Self Image. Inner and Outer. Get in touch with the inner self image and dispose of any concept of the outer world. Feel the energy that comes from this image and start being true from source of this energy. The source of god.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini mengajak kita untuk mendalami perbedaan antara gambaran diri kita di dalam dan di luar, menekankan pentingnya menghubungkan dengan esensi batin kita yang otentik. Dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, banyak orang cenderung mendefinisikan diri mereka berdasarkan persepsi eksternal, standar masyarakat, atau atribut yang dangkal. Namun, kesadaran diri yang sejati membutuhkan melihat ke dalam dan menumbuhkan pemahaman yang tulus tentang siapa diri kita sebenarnya. Dengan memusatkan perhatian pada citra diri batin, kita dapat menghilangkan keyakinan-keyakinan yang membatasi dan pengaruh-pengaruh eksternal yang sering kali mendistorsi persepsi kita tentang diri kita sendiri. Gagasan merasakan energi yang memancar dari kebenaran batin ini menunjukkan bahwa diri-sejati kita adalah sumber vitalitas dan kekuatan kreatif yang sangat besar — ​​​​mirip dengan percikan ilahi. Ketika kita selaras dengan sumber internal ini, tindakan dan pikiran kita menjadi lebih tulus, dan kita bertindak berdasarkan kebenaran, bukan ilusi. Proses ini tidak hanya menumbuhkan kedamaian batin tetapi juga mencerminkan kebangkitan spiritual, mengakui keilahian sebagai akar keberadaan kita. Merangkul perspektif ini mendorong perubahan besar dari validasi yang didorong secara eksternal ke pengakuan internal atas nilai dan tujuan. Pada akhirnya, hal ini menunjuk pada jalan realisasi diri dan kesatuan ilahi, di mana memahami citra diri batin kita menyingkapkan hubungan kita dengan sumber cinta dan kecerdasan universal yang lebih besar. Pengakuan seperti ini memampukan kita untuk hidup lebih otentik, dengan kejelasan dan keyakinan yang berakar pada kebenaran inti keberadaan kita.

Page views
26
Pembaruan
Juli 10, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.