Mereka yang tidak membaca, mereka kehilangan aspek-aspek penting dalam kehidupan.
(Those who do not read, they miss the important aspects of life.)
---Bijaya---
Membaca memperkaya pemahaman kita tentang dunia, diri kita sendiri, dan orang lain. Saat kita mempelajari buku, kita membuka pintu terhadap beragam perspektif, budaya, ide, dan filosofi. Eksplorasi ini memungkinkan kita mengembangkan empati, berpikir kritis, dan apresiasi lebih dalam terhadap kompleksitas kehidupan. Tanpa membaca, individu berisiko hidup dalam keterbatasan, kehilangan kekayaan pengetahuan dan wawasan yang berasal dari sastra, sains, sejarah, dan seni. Membaca juga menstimulasi pikiran, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, yang penting untuk pertumbuhan pribadi dan inovasi.
Dalam arti yang lebih luas, membaca memicu rasa ingin tahu dan pembelajaran seumur hidup. Hal ini mendorong kita untuk mempertanyakan, merefleksikan, dan menantang asumsi kita. Banyak momen penting dalam sejarah dan sains merupakan hasil dari rajin membaca dan belajar. Dengan tidak terlibat dengan materi tertulis, seseorang dapat terputus dari kemajuan masyarakat, gerakan budaya, dan kemajuan teknologi.
Selain itu, membaca dapat menjadi pelarian, sumber kenyamanan, dan inspirasi di masa-masa sulit. Hal ini memberikan konteks dan makna pada pengalaman kita dan membantu kita menavigasi tantangan hidup dengan lebih efektif. Di era digital saat ini, di mana informasi melimpah namun sering kali dangkal, pentingnya membaca selektif dan bermakna menjadi semakin jelas. Mereka yang memprioritaskan membaca cenderung memiliki kehidupan yang kaya dan memuaskan, serta menghargai sepenuhnya rumitnya kehidupan manusia.
Pada akhirnya, inti dari kutipan tersebut menggarisbawahi bahwa pengetahuan dan kesadaran sering kali berakar pada membaca. Melewatkan aktivitas penting ini berarti melewatkan aspek-aspek penting yang menjadikan kehidupan bermakna, dinamis, dan layak untuk ditelusuri.