Sampai perempuan sendiri menolak stigma dan tidak mau merasa malu atas perlakuan orang lain terhadap mereka, mereka tidak punya harapan untuk mencapai status manusia seutuhnya.
(Until women themselves reject stigma and refuse to feel shame for the way others treat them, they have no hope of achieving full human stature.)
Kutipan ini menggarisbawahi pengaruh kuat dari rasa malu yang terinternalisasi dan stigma masyarakat dalam menghambat kemajuan perempuan menuju kesetaraan dan aktualisasi diri. Ketika perempuan menerima rasa malu sebagai respons alami terhadap cara masyarakat memandang atau memperlakukan mereka, maka hampir mustahil untuk menantang atau mengubah persepsi tersebut. Dengan menolak untuk merasa malu, perempuan dapat memperoleh kembali hak pilihan atas identitas mereka dan menentang stereotip berbahaya yang bertujuan untuk membatasi mereka. Menolak stigma dengan berani juga berarti mengakui dan menghadapi keyakinan internal yang mungkin telah diperkuat selama bertahun-tahun akibat kondisi masyarakat. Sikap seperti ini memberdayakan perempuan untuk menetapkan batasan, menuntut rasa hormat, dan mengadvokasi hak-hak mereka tanpa beban rasa bersalah yang tidak beralasan. Pencapaian kemanusiaan seutuhnya dalam konteks ini mengacu pada realisasi seluruh potensi diri, bebas dari keterbatasan sosial yang berakar pada bias gender. Proses ini memerlukan upaya kolektif dan individu untuk membongkar narasi budaya yang merendahkan martabat dan nilai perempuan. Ketika perempuan secara kolektif menolak rasa malu, mereka menciptakan efek yang mendorong generasi mendatang untuk melakukan hal yang sama, menumbuhkan budaya harga diri dan kesetaraan gender. Kutipan ini berfungsi sebagai seruan untuk pemberdayaan, mendesak perempuan untuk melihat lebih jauh dari stigma yang dipaksakan dan berdiri teguh dalam upaya mereka mencapai kesetaraan dan rasa hormat sebagai manusia sejati. Pada akhirnya, pembebasan dimulai dari dalam diri sendiri—dengan menolak menerima rasa malu dan menantang ekspektasi masyarakat, perempuan dapat mencapai kekuatan dan status mereka sepenuhnya.