Kita hidup dalam masyarakat yang ingin memberi label pada Anda dengan warna kulit, seksualitas, agama, atau etnis. Hal ini memecah belah kita, namun juga membuat kita merasa bangga dengan identitas kita.
(We live in a society that wants to label you with a color, sexuality, religion, or ethnicity. It divides us, but it also allows us to find pride in our identity.)
Kutipan ini menyoroti sifat ganda dari label masyarakat. Di satu sisi, label dapat menjadi penghalang yang mendorong perpecahan dan diskriminasi. Di sisi lain, mereka dapat berfungsi sebagai sumber kekuatan dan kebanggaan, membantu individu memahami dan menerima identitas unik mereka. Menyadari kedua aspek tersebut mendorong kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di mana identitas dijunjung tinggi dan bukan dijadikan sebagai dasar pengucilan.