Apa yang saya anggap sebagai kemakmuran sejati... adalah pertumbuhan dalam pengetahuan akan Allah, dan dalam kesaksian, serta dalam kekuatan untuk menjalankan Injil dan mengilhami keluarga kita untuk melakukan hal yang sama. Itulah kemakmuran yang sesungguhnya.

Apa yang saya anggap sebagai kemakmuran sejati... adalah pertumbuhan dalam pengetahuan akan Allah, dan dalam kesaksian, serta dalam kekuatan untuk menjalankan Injil dan mengilhami keluarga kita untuk melakukan hal yang sama. Itulah kemakmuran yang sesungguhnya.


(What I count as real prosperity... is the growth in a knowledge of God, and in a testimony, and in the power to live the gospel and to inspire our families to do the same. That is prosperity of the truest kind.)

📖 Heber J. Grant

🌍 Amerika

🎂 November 22, 1856  –  ⚰️ May 14, 1945
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti perspektif mendalam tentang apa yang dimaksud dengan kemakmuran sejati dalam hidup. Seringkali masyarakat menyamakan kemakmuran dengan kekayaan materi, harta benda, atau kesuksesan lahiriah. Namun, pesan di sini mengalihkan fokus ke dalam dan menuju pertumbuhan rohani, menekankan bahwa kemakmuran sejati berasal dari memupuk pengetahuan yang lebih dalam tentang Allah, mengembangkan kesaksian yang kuat, dan memiliki kekuatan untuk hidup sesuai dengan asas-asas Injil. Ketika seseorang mencapai pemahaman yang tulus tentang kebenaran ilahi, hal itu tidak hanya memperkaya iman pribadi tetapi juga bertindak sebagai landasan untuk mempengaruhi orang lain secara positif. Menginspirasi keluarga kita dan tantangan untuk menjunjung nilai-nilai ini memastikan bahwa kesejahteraan spiritual melampaui pertumbuhan individu, menciptakan efek riak yang memperkuat jalinan ikatan keluarga dan komunitas. Kesejahteraan seperti itu memupuk ketahanan selama kesulitan hidup, memberikan tujuan dan arahan, serta menumbuhkan rasa pentingnya yang abadi yang melampaui kesenangan duniawi yang sesaat. Hal ini mendorong kehidupan yang berakar pada pelayanan, cinta, kemurahan hati, dan integritas, kualitas yang penting untuk kepuasan pribadi dan untuk membina masyarakat yang harmonis. Menekankan pertumbuhan rohani dibandingkan kekayaan materi mengundang kita untuk merenungkan apa yang benar-benar penting dan mengilhami kita untuk memprioritaskan asas-asas kekal dibandingkan keuntungan duniawi yang bersifat sementara. Pada akhirnya, kemakmuran sejati terletak pada kemajuan rohani kita dan mengangkat orang-orang di sekitar kita melalui kesaksian dan teladan kita.

Page views
78
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.