Ketika saya berumur sembilan tahun, guru meminta kami untuk menulis artikel tentang pesta desa kami. Dia membaca milikku di kelas. Saya didorong dan dilanjutkan. Saya bahkan ingin menulis memoar saya pada usia sepuluh tahun. Pada usia dua belas tahun saya menulis puisi, kebanyakan tentang persahabatan - 'Ode to Friendship.' Kemudian kelas saya ingin membuat film, dan seorang anak kecil menyarankan agar saya menulis naskahnya.

Ketika saya berumur sembilan tahun, guru meminta kami untuk menulis artikel tentang pesta desa kami. Dia membaca milikku di kelas. Saya didorong dan dilanjutkan. Saya bahkan ingin menulis memoar saya pada usia sepuluh tahun. Pada usia dua belas tahun saya menulis puisi, kebanyakan tentang persahabatan - 'Ode to Friendship.' Kemudian kelas saya ingin membuat film, dan seorang anak kecil menyarankan agar saya menulis naskahnya.


(When I was nine, the teacher asked us to write a piece about our village fête. He read mine in class. I was encouraged and continued. I even wanted to write my memoirs at the age of ten. At twelve I wrote poetry, mostly about friendship - 'Ode to Friendship.' Then my class wanted to make a film, and one little boy suggested that I write the script.)

📖 Eugene Ionesco

🌍 Perancis

🎂 November 26, 1909  –  ⚰️ March 28, 1994
(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan indah menggambarkan kekuatan dorongan sejak dini dan pembinaan kreativitas selama masa kanak-kanak. Sejak usia muda, individu tersebut menunjukkan rasa inisiatif dan hasrat yang luar biasa untuk bercerita, yang dipicu oleh tindakan pengakuan yang sederhana namun signifikan—membacakan karyanya di kelas. Saat-saat seperti itu sangatlah penting; mereka menegaskan suara anak-anak dan menginspirasi upaya berkelanjutan dalam pencarian seni. Kemajuan dari menulis tentang pengalaman pribadi seperti pesta desa hingga menulis puisi tentang persahabatan mencerminkan pemahaman yang berkembang tentang ekspresi diri dan pentingnya hubungan. Keinginan untuk mendokumentasikan kehidupan mereka melalui memoar mengungkapkan keingintahuan bawaan tentang identitas dan sejarah, yang biasanya muncul pada masa remaja. Melibatkan rekan-rekan dalam proyek kolaboratif seperti membuat film menekankan pentingnya komunitas dan kreativitas bersama. Hal ini juga menyoroti bagaimana pengalaman awal dalam bercerita kolektif menumbuhkan kolaborasi dan kepercayaan diri. Secara keseluruhan, narasi ini menggarisbawahi bagaimana tindakan kecil yang memberi semangat dapat membentuk minat dan bakat di masa depan, memupuk kecintaan seumur hidup terhadap cerita dan seni. Hal ini menunjukkan bahwa paparan dini dan penguatan positif tidak hanya menumbuhkan keterampilan tetapi juga membangun kepercayaan diri yang diperlukan untuk mencapai upaya kreatif yang lebih besar di masa depan.

Page views
26
Pembaruan
Juli 03, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.