Dan harmoni artinya hubungan antara seluruh unsur yang digunakan dalam suatu komposisi adalah seimbang, baik.
(And harmony means that the relationship between all the elements used in a composition is balanced, is good.)
Harmoni dalam seni, musik, dan desain merupakan hal mendasar untuk menciptakan pengalaman yang kohesif dan menyenangkan bagi penonton. Ketika semua elemen dalam suatu komposisi seimbang, mereka bekerja sama sedemikian rupa sehingga terasa alami dan memuaskan. Keseimbangan ini tidak berarti keseragaman; melainkan tentang distribusi elemen yang tepat sehingga tidak ada satu komponen pun yang kinerjanya melebihi atau berkinerja buruk dibandingkan dengan komponen lainnya. Mencapai harmoni seringkali memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap proporsi, warna, suara, dan pengaturan ruang, memastikan bahwa setiap bagian melengkapi keseluruhan. Ketika keselarasan ada, hal ini menumbuhkan rasa stabilitas dan koherensi, sehingga membuat pekerjaan lebih menarik dan lebih mudah untuk ditafsirkan. Dalam musik, misalnya, harmoni mendukung melodi dengan memberikan latar belakang yang meningkatkan ekspresi emosional tanpa menutupinya. Demikian pula, dalam seni visual, komposisi yang harmonis menarik perhatian pemirsa dengan mulus ke seluruh karya, memandu persepsi mereka secara alami. Kutipan tersebut menggarisbawahi bahwa keharmonisan yang baik ditandai dengan keseimbangan – keseimbangan di mana setiap bagian memainkan perannya secara efektif dan selaras dengan yang lain. Prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai disiplin ilmu, mulai dari arsitektur hingga sastra, yang menggambarkan pentingnya integrasi elemen secara bijaksana untuk memberikan manfaat bagi keseluruhan harmoni dan kualitas estetika sebuah karya. Pada akhirnya, harmoni adalah tentang menciptakan kesatuan yang selaras dengan pemirsa, pendengar, atau pengguna, sehingga membuat pengalaman terasa lengkap dan memuaskan.