Kegagalan datang hanya ketika kita melupakan cita-cita, tujuan, dan prinsip kita.
(Failure comes only when we forget our ideals and objectives and principles.)
Kutipan ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai inti dan prinsip-prinsip panduan kita dalam menghadapi tantangan dan kemunduran. Seringkali, kegagalan dianggap semata-mata sebagai akibat dari keadaan eksternal atau kurangnya usaha; namun, Nehru menyarankan perspektif yang lebih dalam—ketika individu atau masyarakat kehilangan pandangan terhadap cita-cita dan tujuan mereka, kegagalan tidak dapat dihindari. Menjunjung tinggi prinsip memberikan pedoman moral dan ketabahan yang dapat melewati kesulitan. Hal ini mengingatkan kita bahwa kemunduran hanya bersifat sementara jika landasan kita tetap berpijak pada kebenaran, tujuan, dan moralitas. Misalnya, pada masa-masa sulit, individu yang berpegang teguh pada nilai-nilai inti mereka akan lebih mungkin menemukan ketahanan dan solusi inovatif, sedangkan mereka yang menyimpang dari prinsip-prinsip mereka berisiko kehilangan arah sama sekali. Pesan ini mendorong introspeksi dan komitmen, menyoroti bahwa kegagalan sejati terjadi bukan karena kegagalan eksternal namun karena disonansi internal dengan keyakinan inti kita. Baik dalam kehidupan pribadi, bisnis, atau kemajuan nasional, tetap setia pada apa yang kita perjuangkan sangatlah penting untuk kesuksesan dan pemenuhan yang berkelanjutan. Dipandu oleh prinsip-prinsip akan menumbuhkan integritas, kepercayaan, dan tujuan yang jelas, yang pada akhirnya menghasilkan kemajuan yang berarti dan ketahanan terhadap kemunduran. Ini adalah pengingat bahwa ketekunan, ditambah dengan ketaatan pada cita-cita kita, sangat penting untuk mengatasi tantangan dan memastikan pencapaian tujuan kita dalam jangka panjang.