Dorongan saya pada waktu Natal atau waktu Hanukkah atau waktu Kwanzaa adalah agar orang-orang pergi ke toko buku: berjalan-jalan di toko buku dan melihat-lihat rak buku. Kunjungi penulis-penulis yang mereka sukai di masa lalu dan lihat apa lagi yang telah ditulis oleh para penulis tersebut.

Dorongan saya pada waktu Natal atau waktu Hanukkah atau waktu Kwanzaa adalah agar orang-orang pergi ke toko buku: berjalan-jalan di toko buku dan melihat-lihat rak buku. Kunjungi penulis-penulis yang mereka sukai di masa lalu dan lihat apa lagi yang telah ditulis oleh para penulis tersebut.


(My urge at Christmas time or Hanukkah - time or Kwanzaa - time is that people go to bookstores: that they walk around bookstores and look at the shelves. Go to look for authors that they've loved in the past and see what else those authors have written.)

📖 Michael Dirda

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan indah menggambarkan kegembiraan abadi saat menjelajahi toko buku selama musim liburan, periode yang sering dikaitkan dengan refleksi, kemurahan hati, dan pencarian pengalaman yang bermakna. Tindakan berjalan-jalan di lorong toko buku bukan hanya sekedar membeli buku baru; ini adalah perjalanan intim ke dalam sejarah sastra dan selera pribadi seseorang. Mengunjungi rak atau penulis yang sudah dikenal memungkinkan pembaca terhubung kembali dengan cerita dan ide yang pernah mereka dengar sebelumnya, menghidupkan kembali minat lama dan mungkin menginspirasi semangat baru. Sensasi sentuhan saat membolak-balik halaman dan menemukan permata tersembunyi berkontribusi pada pengalaman sentuhan dan nostalgia yang tidak dapat ditiru oleh format digital. Selain itu, kebiasaan ini mendorong keterlibatan yang lebih dalam dengan sastra, mendorong individu untuk menemukan kembali favorit mereka atau memulai pencarian untuk mengeksplorasi karya terkait dari penulis yang mereka sukai sebelumnya. Selama hari libur seperti Natal, Hannukah, dan Kwanzaa, kunjungan semacam ini menggarisbawahi pentingnya berbagi cerita, tradisi, dan kekuatan abadi buku untuk menumbuhkan pemahaman, kenyamanan, dan kegembiraan. Mereka berfungsi sebagai pengingat bahwa buku lebih dari sekadar benda; mereka adalah portal menuju dunia yang berbeda, sumber kebijaksanaan, dan katalis untuk pertumbuhan pribadi. Bagi banyak orang, ritual ini juga meningkatkan aspek komunal dalam membaca—berdiskusi buku dengan teman, berbagi rekomendasi, dan membangun komunitas sastra. Pada akhirnya, tindakan menelusuri toko buku selama liburan menginspirasi keterlibatan yang kontemplatif dan bermanfaat dengan literatur yang memperkaya pikiran dan jiwa, menjadikannya tradisi yang bermakna untuk dihargai.

Page views
36
Pembaruan
Agustus 23, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.