Pada hari saya menginjakkan kaki di Hyderabad, saya melihat seekor binatang ditabrak kendaraan. Kota tidak memiliki tempat berlindung bagi hewan yang berdarah itu, dan saya membawanya pulang. Dalam waktu kurang dari sebulan, rumah kami menjadi rumah bagi segala jenis hewan - kerbau yang pinggulnya patah, luwak buta, kambing, anjing, kucing.
(The day I set foot in Hyderabad, I saw an animal being hit by a vehicle. The city did not have a shelter for the bleeding animal, and I brought it home. In less than a month, our house was home to all kinds of animals - a buffalo with a broken hip, a blind mongoose, goats, dogs, cats.)
Kutipan ini menyoroti belas kasih yang mendalam dari seseorang yang memilih kebaikan daripada ketidakpedulian. Menyaksikan penderitaan di kota yang kekurangan tempat berlindung yang layak mengilhami tindakan transformatif dalam merawat dan melindungi hewan-hewan yang terlantar dan terluka. Hal ini menggarisbawahi pentingnya empati dan dampak yang dimiliki seseorang dalam membuat perbedaan dalam kehidupan makhluk yang rentan. Narasi ini juga mencerminkan pesan yang lebih luas tentang membina komunitas dan kasih sayang – menunjukkan bagaimana tindakan kebaikan kecil dapat tumbuh menjadi perlindungan cinta dan perlindungan bagi banyak makhluk hidup.