Seniman sejati adalah orang yang tidak puas seperti halnya seorang revolusioner, namun betapa bertentangannya produk-produk yang dihasilkan dari ketidakpuasannya.

Seniman sejati adalah orang yang tidak puas seperti halnya seorang revolusioner, namun betapa bertentangannya produk-produk yang dihasilkan dari ketidakpuasannya.


(The genuine artist is as much a dissatisfied person as the revolutionary yet how diametrically opposed are the products each distills from his dissatisfaction.)

📖 Eric Hoffer

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

🎂 July 25, 1898  –  ⚰️ May 21, 1983
(0 Ulasan)

Kutipan dari Eric Hoffer ini menyelidiki sifat ketidakpuasan sebagai kekuatan pendorong mendasar di balik kreativitas dan perubahan. Baik seniman maupun kaum revolusioner bermula dari rasa keresahan yang mendasar, namun mereka menyalurkan keresahan ini ke dalam hasil yang sangat berbeda. Seniman, didorong oleh keinginan untuk mengungkapkan kebenaran batin, sering kali mengejar orisinalitas dan keaslian emosional, mengubah ketidakpuasan menjadi karya keindahan, refleksi, dan inovasi. Produk mereka merupakan kreasi seni yang menantang persepsi, membangkitkan emosi, dan memperdalam pemahaman. Sebaliknya, kaum revolusioner menyalurkan ketidakpuasan mereka ke dalam pergolakan, mengupayakan transformasi masyarakat melalui aktivisme, protes, atau perubahan radikal. Meskipun niat mereka adalah untuk memperbaiki ketidakadilan atau sistem yang mereka anggap cacat, tindakan mereka dapat menyebabkan kekacauan, restrukturisasi, atau pemberontakan. Apa yang membuat kutipan ini bermakna adalah pengakuan bahwa ketidakpuasan pada dasarnya tidak bersifat destruktif atau konstruktif, namun merupakan katalis kuat yang terwujud dalam berbagai cara, bergantung pada tujuan dan perspektif individu. Ketegangan antara hasil-hasil yang berbeda ini menggarisbawahi bagaimana ketidakpuasan manusia dapat menjadi lahan subur bagi kemajuan estetika dan transformasi masyarakat. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan filosofis tentang sifat ketidakpuasan itu sendiri—apakah itu merupakan tanda pertumbuhan, sumber penderitaan, atau keduanya. Pada akhirnya, Hoffer mengingatkan kita bahwa keresahan batin yang sama dapat menginspirasi produk-produk yang sangat berbeda, menyoroti kompleksitas motivasi manusia dan beragam jalur inovasi dan perubahan.

Page views
24
Pembaruan
Juli 22, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.