Kita hanya bisa yakin secara mutlak tentang hal-hal yang tidak kita pahami.

Kita hanya bisa yakin secara mutlak tentang hal-hal yang tidak kita pahami.


(We can be absolutely certain only about things we do not understand.)

📖 Eric Hoffer

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

🎂 July 25, 1898  –  ⚰️ May 21, 1983
(0 Ulasan)

Kutipan dari Eric Hoffer ini menyoroti paradoks mendalam tentang persepsi dan pengetahuan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal yang benar-benar kita pahami sering kali rumit, penuh nuansa, dan dipenuhi ketidakpastian, sehingga kepastian mutlak sulit kita pahami. Sebaliknya, bidang yang benar-benar pasti cenderung berada di luar pemahaman kita—konsep atau fenomena yang secara inheren tidak dapat dipahami atau berada di luar jangkauan pemahaman manusia. Gagasan ini menantang asumsi umum bahwa kepastian sama dengan pemahaman, mendorong kita untuk mengenali batas-batas pengetahuan kita dan kerendahan hati yang harus kita terapkan ketika menghadapi kebenaran yang kompleks.

Dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kegiatan ilmiah, perspektif ini dapat menjadi pengingat bahwa kerendahan hati sangatlah penting. Ketika berhadapan dengan sistem yang rumit—baik dalam bidang fisika, kedokteran, atau ilmu sosial—kepercayaan diri kita harus diimbangi dengan pengakuan atas apa yang tidak sepenuhnya kita pahami. Seringkali, terlalu percaya diri terhadap pemahaman kita menyebabkan penyederhanaan dan kesalahan yang berlebihan, karena kita mungkin terlalu dini mengabaikan nuansa atau hal-hal yang tidak diketahui yang dapat mengubah persepsi kita secara mendasar.

Lebih lanjut, kutipan ini juga dapat dilihat sebagai komentar terhadap kognisi manusia. Model mental kita pada dasarnya terbatas, dan semakin kita menjelajah, semakin luas pula batas-batas pengetahuan kita, namun pada saat yang sama mengungkapkan betapa banyak hal yang masih berada di luar pemahaman kita. Hal ini mendorong kita untuk menerima bahwa kepastian kita tentang ketidaktahuan adalah suatu bentuk pengetahuan itu sendiri—mengetahui apa yang tidak kita pahami. Menganut pola pikir ini menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan rasa puas diri, dan mendorong pembelajaran berkelanjutan.

Pada akhirnya, menyadari bahwa kepastian mutlak terletak pada ketidaktahuan kita mengundang kerendahan hati, menginspirasi eksplorasi, dan mendorong pendekatan penuh hormat terhadap realitas yang kompleks. Hal ini mengingatkan kita bahwa pencarian pemahaman adalah sebuah perjalanan seumur hidup, dimana kepastian tentang hal-hal yang tidak kita ketahui adalah satu-satunya hal mutlak yang dapat kita pegang dengan percaya diri.

Page views
24
Pembaruan
Agustus 07, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.