Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi agar mereka mengikuti minuman keras yang berlangsung sampai malam sampai anggur menyala-nyala.

Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi agar mereka mengikuti minuman keras yang berlangsung sampai malam sampai anggur menyala-nyala.


(Woe unto them that rise up early in the morning that they may follow strong drink that continue until night till wine inflame them.)

(0 Ulasan)

Ayat ini menyoroti bahaya dari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dampak buruk moral yang terkait dengan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Hal ini menggarisbawahi peringatan tentang perilaku yang dimulai pada pagi hari dan terus berlanjut hingga malam hari, yang mengarah pada penghancuran diri dan kerugian sosial. Gambaran bangun pagi dengan niat untuk minum banyak menggambarkan gaya hidup yang didorong oleh keinginan terus-menerus untuk mabuk-mabukan, yang membahayakan kesehatan, penilaian, dan integritas moral seseorang. Secara historis, perilaku seperti ini sering dikaitkan dengan pengabaian tanggung jawab, pemiskinan, dan kemerosotan moral, yang berfungsi sebagai pengingat untuk mengupayakan sikap moderat dan pengendalian diri.

Dari perspektif yang lebih luas, kutipan ini menyentuh perjuangan manusia melawan godaan dan konsekuensi dari menyerah pada sifat buruk tersebut. Hal ini mengacu pada pola siklus kelebihan yang mengobarkan nafsu dan merusak penalaran, yang mungkin mengarah pada keputusan yang merusak. Peringatan ini bergema selama berabad-abad, menekankan pentingnya pengendalian diri dan kesadaran akan bahaya dari sikap terlalu memanjakan diri. Dalam konteks saat ini, hal ini dapat dilihat sebagai metafora dari rasa percaya diri yang berlebihan dan kecanduan yang dapat merugikan individu dan komunitas jika tidak dikendalikan.

Selain itu, ayat ini dapat dimaknai secara spiritual, menghimbau umatnya untuk mengenali perilaku yang menjauhi kesalehan dan menetapkan batasan terhadap nafsu yang merugikan. Ini berfungsi sebagai pengingat budaya dan moral bahwa beberapa upaya, terutama yang mengarah pada hal-hal yang berlebihan, bersifat merugikan baik dalam kehidupan spiritual maupun duniawi. Secara keseluruhan, kutipan ini menyerukan kehati-hatian dalam pilihan kita, menekankan pentingnya keseimbangan dan moderasi, dan bahaya membiarkan kesenangan sementara mengesampingkan kesejahteraan jangka panjang dan integritas moral.

Page views
70
Pembaruan
Juli 05, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.