Anda bisa saja memiliki kecenderungan secara genetis, tapi itu bukan sebuah kalimat. Saya memiliki kecenderungan genetik, tetapi saya mengatur berat badan saya. Namun, akar dari obesitas biasanya bersifat emosional. Kebiasaan buruk adalah gejala dari masalah emosional yang lebih dalam.

Anda bisa saja memiliki kecenderungan secara genetis, tapi itu bukan sebuah kalimat. Saya memiliki kecenderungan genetik, tetapi saya mengatur berat badan saya. Namun, akar dari obesitas biasanya bersifat emosional. Kebiasaan buruk adalah gejala dari masalah emosional yang lebih dalam.


(You can be predisposed genetically, but it's not a sentence. I'm genetically predisposed, but I manage my weight. The root of obesity, though, is usually emotional. The poor habits are a symptom of a deeper emotional issue.)

📖 Jillian Michaels

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti interaksi yang kuat antara genetika dan kesehatan emosional dalam memengaruhi kebiasaan dan kesejahteraan kita. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun genetika dapat mempengaruhi kita terhadap kondisi tertentu, keadaan emosi dan pola pikir kita memainkan peran penting dalam pilihan kesehatan dan gaya hidup secara keseluruhan. Mengenali akar emosional di balik kebiasaan mendorong pendekatan holistik terhadap kesehatan, memprioritaskan keseimbangan mental dan emosional di samping kesehatan fisik. Perspektif ini mengilhami individu untuk mengambil kendali, menekankan bahwa faktor genetik yang tidak menguntungkan tidak menentukan nasib kita jika kita mengatasi masalah emosional yang mendasarinya.

Page views
0
Pembaruan
Januari 06, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.